Lembaga Falakiyah Pengurus Besar
Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa pada 15 dan 16 Juli 2018, pukul 16.27
WIB, matahari melintas tepat di atas Ka’bah di Makkah, Arab Saudi. Karena itu,
seluruh ujung bayang-bayang benda tegak lurus akan mengarah ke arah kiblat.
Peristiwa ini lazim disebut
istiwa’ a’dham atau rashdul qiblat, momentum awal waktu zhuhur di Masjidl Haram
sekaligus kesempatan bagi umat Islam di berbagai belahan dunia untuk meluruskan
arah kiblat melalui bayang-bayang matahari. Lembaga Falakiyah PBNU melalui surat bernomor 27/LF-PBNU/VIII/2018
mengimbau kaum muslimin untuk memanfaatkan saat-saat tersebut untuk mengukur
kembali arah kiblat tempat-tempat shalat.
Setidaknya ada dua cara mudah
untuk menentukan arah kiblat ketika matahari melintas persis di atas Ka’bah.
Pertama, dilakukan di dalam masjid/mushala yang terdapat jendela di bagian
mihrabnya. Di Indonesia, karena terjadi pada sore hari maka arah sinar menuju
ke timur. Bila cahaya matahari yang masuk lewat jendela mihrab segaris dengan
kiblat masjid/mushalla, maka artinya kiblat rumah ibadah itu sudah tepat.
Namun, bila melenceng, serong ke kanan atau ke kiri, artinya patut diluruskan
dengan garis semburat cayaha tersebut.
Kedua, dilakukan di luar ruangan
yang memungkinkan kontak langsung cahaya matahari. Yang dibutuhkan adalah
bayangan dari benda tegak lurus saat rashdul qiblat berlangsung. Benda tersebut
bisa terdiri dari tongkat lurus yang ditegakkan severtikal mungkin, atau benang
tebal yang dibebani bandul dan menggantung di atas kayu penyangga. Garis yang
ditarik dari ujung bayangan ke pangkal benda (ke arah barat sedikit serong ke
utara) adalah arah kiblat yang akurat.
Lembaga Falakiyah PBNU pernah
mengingatkan, secara geografis/astronomis, kota Makkah terletak di 39049’34” LU
dan 21025’21” BT. Dari Indonesia, koordinat ini berada pada arah barat laut
dengan derajat bervariasi antara 210-270 menurut koordinat (garis lintang dan
garis bujur) masing-masing daerah.
Arah kiblat Indonesia bukanlah ke
barat. Jika ke barat maka semua wilayah Indonesia yang terletak di 3407’ LU dan
seterusnya (ke utara), seperti Aceh, akan lurus dengan Negara Ethiopia atau
melenceng ke selatan sejauh 1750 km dari Mekkah. Begitu juga yang terletak di
4039’ LS sampai 3047’ LU, menghadap barat berarti lurus dengan Negara Kenya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar